Breaking News

Selasa, 02 Juni 2015

Cacing Tanah

Selamat datang
 
Saat ini di Dusun Seketi, Ds. Butuh, Kec. Sawangan Magelang-Jawa Tengah, membentuk kelompok ternak yang berbeda dengan yang lainnya. Penduduk di sana memilih cacing tanah (lumbricus Rubellus) sebagai hewan ternak. Mengapa? Karena pupuk yang dihasilkan dari kotoran cacing merupakan pupuk organik yang kaya akan unsur hara, di samping itu harga pupuk Kascing (Bekas Cacing) lebih terjangkau daripada pupuk buatan yang harganya makin melambung tinggi. Cacing tanah sendiri juga berfungsi sebagai bahan pakan ternak, bahan kosmetik, dan bahan obat-obatan, bahkan di negara-negara lain juga digunakan sebagai bahan makanan.  

Jika anda tertarik juga untuk memelihara cacing tanah, saya akan memberikan memberikan beberapa langkah:

1. Membuat media cacing tanah

Langkah awal memulai usaha ternak cacing tanah adalah mempersiapkan media cacing tanah yang baik. Cacing tanah membutuhkan kondisi media yang lembab dan terlindung dari hama2 pengganggu. Ciri-ciri media yang sudah benar bisa dilihat dengan cara menaburkan bibit cacing tersebut di atas permukaan media. Apabila cacing-cacing tersebut masuk ke dalam media, berarti media yang anda buat sudah benar.

Adapun pembuatan media terbuat dari campuran grajen bag log (bekas media jamur tiram), dan kotoran sapi. Dan alat yang digunakan ember, sekop, garu padi, dan sepatu karet. Pertama grajen sebagian kita tebar di lantai, lalu diberi kotoran sapi pada atasnya. Jangan menggunakan tangan pada saat pencampuran karena akan membuang-buang waktu dan tenaga. Lebih baik diinjak-injak sambil diberi air agar tercampur dengan baik. Gunakan garu dan sekop untuk membantu pekerjaan anda. Media yang telah jadi disimpan sampai seminggu.

2. Bibit Cacing

Bibit cacing dapat diperoleh dari sesama peternak cacing. Pada saat ini harga bibit cacing Rp. 60.000/kg. Anda hanya perlu membeli bibit satu kali saja. Anda juga bisa pesan (min 10kg) melalui saya di nomor handphone 085601419411. Pada teorinya seekor cacing dewasa dapat berkembang menjadi 6 kali lipat dengan jangka waktu 3 bulan. Apalagi cacing dapat menghabiskan makanan seberat badannya dalam waktu 1 hari. Oleh karena itulah cacing tanah sangat bagus digunakan jika ingin memperoleh kasing dengan cepat.  

3. Pemberian Pakan

Pakan yang digunakan sebaiknya dicocokkan dengan lingkungan sekitar peternak yang dalam arti diperoleh dengan mudah serta tidak mengeluarkan biaya besar. Pakan dapat berupa kotoran sapi, sayuran-sayuran buangan pasar, sisa-sisa dapur. Peternak di Seketi menggunakan kotoran sapi sebagai pakan utama cacing tersebut. Idealnya kascing yang bisa dipanen sebanding dengan pakan yang dihabiskan.

4. Panen 

a. Kascing
    Kasing mulai dapat dipanen 2 minggu sejak cacing pertama kali ditebar, ciri-cirinya pada permukaan media akan muncul seperti gundukan-gundukan kecil. Kascing ini kaya akan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan. Apalagi tren saat ini masyarakat kota sangat menyukai produk-produk  pertanian yang berbau organik. Saat ini belum ada standard harga kascing di pasaran, biasanya kami  menjual dengan harga Rp 500/kg kascing kering. 

b. Cacing
    Cacing tanah yang dapat dipanen adalah cacing yang sudah muncul gelang pada lehernya, yang menandakan cacing tersebut sudah dewasa. Untuk penjualan cacing harga berkisar Rp 30.000/kg.   Tubuh cacing yang kaya protein ini dapat dijadikan sebagai bahan pakan ternak.

5. Hama Dan Faktor Gagal Usaha

     Cacing merupakan makanan favorit ayam, semut, tikus tanah, dan kadal oleh karena itu memasang pagar rajut pada sekeliling peternakan dan pemberian kapur gamping dapat mengurangi kemungkinan gagal usaha karena hama predator. Pemilihan pakan berupa sisa-sisa dapur dapat mengundang datangnya semut serta tikus rumah. Oleh karena itu saya menganjurkan kotoran sapi sebagai pakan terbaik untuk cacing.
    Faktor kegagalan yang lain adalah tentang pemasaran. Kita tahu bahwa cacing bukanlah produk yang lazim kita konsumsi sehingga memang pemasarannya menjadi kendala. Tapi kita bisa menjual langsung ke pemancingan-pemancingan sekitar kita, atau mengolahnya menjadi bahan pakan ternak. ataupun kita bisa mencoba suplai ke pabrik-pabrik jamu typhus, atau ke pabrik pakan ternak. Sedang kascing sendiri dapat dijual pada toko-toko pertanian sekitar. Gagal atau tidaknya suatu usaha itu ada di tangan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By